HELLOWEEN INDONESIA
SELAMAT DATANG DI SITUS HELLOWEEN INDONESIA.

Di sini Anda bisa memperoleh informasi-informasi terbaru tentang HELLOWEEN serta berdiskusi dan berinteraksi dengan sesama fans HELLOWEEN INDONESIA. Para anggota juga dipersilahkan bila ingin berdiskusi tentang band lain, bahkan tentang topik-topik di luar musik seperti film, olah raga, dll

Bila Anda ingin berkunjung ke situs yang berisikan berita-berita terbaru dari Helloween silahkan klik PORTAL, bila Anda ingin berinteraksi/berdiskusi dengan sesama Angota Helloween Indonesia, silahkan klik FORUM

Silahkan klik LOGIN bila Anda sudah terdaftar atau klik PENDAFTARAN bila belum terdaftar sebagai anggota.

Bila Anda tidak menginginkan Pop Up Login dan Pendaftaran muncul lagi saat Anda mengunjungi situs ini, silahkan klik DONT DISPLAY AGAIN.

Pumpkin Regards,
KEEPER & GUARDIANS



 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Interview: Sascha Gerstner tentang album Unarmed, oleh Sound Up Magazine (Februari 2010)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
DRAGON WARRIOR
Keeper
Keeper
avatar

Jumlah posting : 148
Join date : 22.08.10
Age : 41
Lokasi : Bandung

PostSubyek: Interview: Sascha Gerstner tentang album Unarmed, oleh Sound Up Magazine (Februari 2010)   Sat May 21, 2011 8:41 pm

Grup legendaris dari Jerman, Helloween, baru saja merilis album baru yang diberi judul Unarmed. Sebuah album yang cukup mengejutkan, karena disini mereka merekam dan merombak ulang lagu-lagu klasik mereka sehingga terdengar berbeda dari versi aslinya. Selera humor mereka memang seringkali tidak diduga, bagaimana sebuah lagu seperti ‘Dr. Stein’ dirombak sehingga terdengar seperti berirama swing atau ‘Eagle Fly Free’ yang dibuat versi akustik.

Berkaitan dengan rilisan album ini, David Dewata dari SoundUp mendapatkan kesempatan melalui PT. Tarra, perwakilan label Helloween di Indonesia, untuk mendapatkan sambungan hubungan telepon dengan Sascha Gerstner, gitaris Helloween, pada sore hari yang mendung di pembuka bulan Maret. Sascha sendiri baru bergabung dengan Helloween pada awal 2000an ketika Helloween merilis album Rabbut Don’t Come Easy –menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Roland Grapow. Mengenai Unarmed, Sascha sendiri menjelaskan bahwa ini merupakan ide bersama yang muncul ketika mereka jamming dan kemudian muncul ide untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang berbeda. Lebih lanjut, mereka juga ingin lagu-lagu tersebut mewakili beberapa era yang berbeda. Mengenai hasil yang dikeluarkan, dia menggarisbawahi lagu-lagu seperti ‘I Want Out’ dan ‘Future World’ terdengar menjadi sangat berbeda dari versi aslinya. Ketika saya tanyakan apakah Kai Hansen (sebagai penulis lagu kedua lagu itu) sudah mendengarkan versi baru ini, Sascha secara diplomatis menjawab kemungkinan Kai sudah mendengarkannya. Walau kemudian dia menambahkan Kai mungkin tidak akan keberatan dengan versi baru ini. bagaimana pun juga, kedua lagu itu merupakan warisan kuat yang pernah dihasilkan oleh Helloween. Sedangkan mengenai reaksi penggemar, Sascha mengharapkan penggemar mau berpikiran terbuka, karena ini juga sebagai bagian dari selera humor Helloween. Bahkan menurut dia, beberapa lagu terdengar lebih fresh dibandingkan dengan versi asli-nya.

Mengenai album baru, ternyata saat ini mereka sedang berada di studio untuk mengerjakan album berikutnya. Setidaknya akhir tahun 2010, sebuah album baru dari Helloween bisa diharapkan telah dirilis. Walau tidak ada tur untuk promosi Unarmed, Sascha menambahkan bahwa tur akan dilakukan untuk promosi album baru. Mengenai status dia sebagai gitaris Helloween, Sascha menjelaskan bahwa penggemar sudah bisa melihat dia sebagai gitaris Helloween. Bukan sebagai gitaris Helloween yang menggantikan Roland. Dan ini juga tampak dari kontribusinya yang semakin besar. Dari “sekedar” menulis musik di Rabbit Don’t Come Easy, hingga kemudian berpartisipasi ke penulisan lirik di album The Legacy dan Gambling With The Devil. Mengenai inspirasi lirik, kehidupan dia sehari-hari dan juga pengamatan dia terhadap orang-orang disekitarnya disebutnya sebagai sumber inspirasi.

Alokasi waktu yang sekitar 15 menit memang tidak panjang, namun Sascha sempat cukup panjang lebar membicarakan isu illegal download yang menurut dia sangat merugikan artis/musisi. Bagaimanapun, menurut dia, sebuah karya yang dihasilkan pasti memerlukan modal, dan tidak adil jika kemudian karya itu “dicuri”. Sebagai alat promosi? Masih memungkinkan untuk membangun awareness, namun pada level seperti Helloween kondisi ini sudah tidak bisa diterapkan lagi. Sebelum wawancara diakhiri, saya sempat melemparkan pertanyaan, jika ada satu album Helloween yang akan dimainkan secara penuh dari awal sampai akhir, apa yang dia pilih. Setelah sempat berpikir sejenak, pilihan jatuh kepada Better Than Raw. Saya tidak sempat menanyakan alasannya karena alasan waktu. Walau saya tidak terlalu cocok dengan album itu, namun tetap menarik untuk melihat bagaimana jika dimainkan secara penuh.

Interviewer: David Dewata
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.helloween-indonesia.org
 
Interview: Sascha Gerstner tentang album Unarmed, oleh Sound Up Magazine (Februari 2010)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
HELLOWEEN INDONESIA  :: BEYOND HELLOWEEN PORTAL :: Interview-
Navigasi: