HELLOWEEN INDONESIA
SELAMAT DATANG DI SITUS HELLOWEEN INDONESIA.

Di sini Anda bisa memperoleh informasi-informasi terbaru tentang HELLOWEEN serta berdiskusi dan berinteraksi dengan sesama fans HELLOWEEN INDONESIA. Para anggota juga dipersilahkan bila ingin berdiskusi tentang band lain, bahkan tentang topik-topik di luar musik seperti film, olah raga, dll

Bila Anda ingin berkunjung ke situs yang berisikan berita-berita terbaru dari Helloween silahkan klik PORTAL, bila Anda ingin berinteraksi/berdiskusi dengan sesama Angota Helloween Indonesia, silahkan klik FORUM

Silahkan klik LOGIN bila Anda sudah terdaftar atau klik PENDAFTARAN bila belum terdaftar sebagai anggota.

Bila Anda tidak menginginkan Pop Up Login dan Pendaftaran muncul lagi saat Anda mengunjungi situs ini, silahkan klik DONT DISPLAY AGAIN.

Pumpkin Regards,
KEEPER & GUARDIANS



 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Interview: Michael Weikath & Sascha Gerstner Dengan Majalah GitarPlus (22-02-2008)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
DRAGON WARRIOR
Keeper
Keeper
avatar

Jumlah posting : 148
Join date : 22.08.10
Age : 41
Lokasi : Bandung

PostSubyek: Interview: Michael Weikath & Sascha Gerstner Dengan Majalah GitarPlus (22-02-2008)   Wed May 18, 2011 11:08 am

INTERVIEW GITARPLUS DENGAN
MICHAEL WEIKATH & SASCHA GERSTNER



Apa perkembangan yang dicapai di album terbaru Helloween?
Michael Weikath (M): Semacam percampuran antara Helloween di tahun 2007... kami memasukkan pengaruh klsik, dengan materi dari markus Grosskopf atau saya yang mungkin terasa seperti materi lama Helloween. Dan kami juga punya Sascha yang semi modern-semi klasik. Ide modern sendiri sebenarnya lebih banyak datang dari Andi Deris. Kami mendapatkan pembauran yang baik.
Sascha Gerstner (S): Itu merupakan gambaran dari formasi yang sekarang, tentang apa yang kami kerjakan secara musikal...

Apakah dengan masuknya Sascha membawa pengaruh sound modern di Helloween?
M: Hanya sound saja, karena sebenarnya permainan dia sangat lebar. Dia bisa memainkan banyak hal yang berbeda, bisa memainkan yang modern dan fresh, tapi juga bisa meniru permainan saya. Dia sebenarnya hampir bisa memainkan apa saja. Jadi... secara kesuluruhan sound berhubungan dengan apa yang dia inginkan sebagai pemain gitar, dan saya sendiri cukup nyaman dengan itu.
S: Pada dasarnya, bisa dikatakan, ada formasi band yang membentuk lagu. Ada Dani Loeble juga selain saya. Itu memberikan gambaran perbedaan atau warna baru. Itu sebagai tambahan dari gaya klasik-nya Helloween.
M: Dan kamu tahu, terkadang orang yang menulis lagunya mengisi semua gitarnya. Seperti yang biasa saya lakukan untuk membuat prosesnya lebih cepat selesai. Jadi saya harus mengajarinya atau dia (Sascha) mengajari saya semua materi terbarunya saat proses rekaman di studio. Kalau tidak bakal lama karena terkadang kita butuh waktu untuk memahaminya. Dan orang bisa berpikir lain dengan apa yang ada di pikiran kita, misalnya kalau kita punya gaya sendiri. Jadi kami lebih cenderung dengan cara merekam permainan gitar dari orang yang melahirkan ide lagunya. Jadi sound-nya nggak akan terlalu berbeda di lagu yang saya rekam atau yang dia (Sascha) rekam.
S: Kami telah menemukan cara bagaimana bekerjasama, kami telah menemukan solusinya dua tahun terakhir... mengenai perbedaan gaya kami berdua, di dua album. Dan saya pikir, album tersebut telah memberi gambaran bagaimana kami bekerjasama saat ini dan seperti apa ide-ide yang kami miliki.

Jadi kalian tidak punya aturan baku, misalnya Weikath harus memainkan rhythm atau sebaliknya?
S: Ngaak, nggak pernah!
M: Tak pernah bisa berhasil dengan cara seperti itu. Mungkin untuk beberapa band bisa seperti itu, tapi kami tidak...
S: kadang-kadang tejadi begitu saja, you know, kami terus-terusan merekam dan lagunya pun beres. Dan tiba-tiba dia (Weikath) datang ke studio dan berkata: “Oh, oke, saya tadinya mau memainkan lagu itu juga, tapi sudah selesai...”. jadi rasanya tidak masuk akal jika harus merekam lagi, you know. Jadi kadang jika segala sesuatunya telah beres, ya sudah.
M: Itu pernah terjadi, tapi karena kita terus mengikuti jadwal (rekaman), kami tidak punya waktu. Tapi sama sekali tak ada amsalah karena lagunya sendiri memang sudah bagus.
S: Saat ini, memperhitungkan dana dan waktu, membuatmu bisa rekaman dalam waktu singkat. Karena kamu nggak bisa masuk studio untuk 1-2 tahun dan merilis album dalam waku setelah empat tahun. Itu nggak mungkin saat ini. Kami Cuma berada di studio selama tiga bulan, dan itu sudah cukup. Jadi kami tak punya banyak waktu untuk eksperimen. Apa yang kami lakukan sekarang untuk eksperimen adalah memasukkan ide-ide (lagu) kami di internet. Dan proses itu sangat cepat karena siapa pun di antara kami bisa mendengarkannya kapan saja, malam atau di pagi hari. Cukup online dan melakukan download lagunya dan mulai mengerjakannya. Cara ini benar-benar cocok untuk kami.
M: Dan produser jadinya tidak perlu lagi merekam lima CD untuk kami semua, cukup dimasukkan di intenet...
S: Bisa saya katakan bahwa efeknya ke album menjadi terdengar lebih ‘kasar’, lebih berat dan lebih metal dibanding sebelum-sebelumnya.

Saat kalian mengerjakan album ini, apakah kalian mempertimbangkan trend di musik metal yang terjadi saat ini?
S: kami tidak pernah mengikuti trend apa pun karena kami masing-masing sudah punya pengaruh musik, dan kami bukan tipikal fans heavy metal secara pribadi. Kami mendengarkan banyak aliran berbeda, klasik, pop atau rock, semuanya. Banyaknya pengaruh itulah yang membuat Helloween tetaplah Helloween. Tentunya masing-masing akan membawa warna yang berbeda dan itu menjadi pelengkap di Helloween. Menurut opini saya, itulah yang membuat Helloween berbeda dibanding band metal lainnya yang kebanyakan hanya mencoba meniru atau mencoba tampil sangat heavy metal.
M: Dan menurut yang saya inginkan, paling tidak di Eropa kami bisa menjual albumlebih banyak. Sebab, generasi yang mendengarkan semakin muda, mereka mendengarkan album Helloween belakangan secara tidak sengaja dan tidak tahu sama sekali dengan versi lama. Dan kami sendiri sekarang punya banyak penggemar muda dan angkatan tua. Kami juga terbilang beruntung karena di tour yang kami jalani sekarang ini masih bisa tampil di venue yang besar di Eropa. Sebelumnya banyak majalah serta beberapa orang yang menganggap Helloween sangat tipikal band melodik, tak ada yang baru dan membosankan.
S: Bagaimanapun, kami semakin dewasa, dan sekarang kami punya penggemar baru yang muda-muda dan bahkan juga cewek-cewek. Saya ingat sekali saat pertama kali saya menjalani tour bersama Helloween untuk album “Rabbit Don’t Come Easy” (2003), kebanyakan yang datang adalah penggemar yang tua-tua. Tidak banyak penonton muda seperti yang kami dapatkan sekarang. Jadi kamu bisa melihat, kami punya penggemar yang lebih banyak sekarang.

Jika kita berbicara tentang gitar di Helloween, terutama untuk Sascha, bagaimana kamu melihatnya atau bagaimana kamu melakukan adaptasi?
S: Pertama-tama yang akan saya bilang, ini bukan tentang instrumennya. Bukan tentang bagaimana kita berdua bertemu dan berlatih bersama dalam satu ruangan sepanjang waktu. Bukan itu intinya. Menjadi gitaris di Helloween lebih kepada bagaimana saling memahami. Tidak masalah bagaimana saya bermain gitar, you know.... yang penting adalah pengertian. Jadi harus berbaur, menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama-sama, jadi bukan hanya diinstrumennya. Lebih ke masalah cita rasa dan saling pengetian. Saat saya datang ke band ini, awalnya, kami bahkan tidak bermain gitar selama dua minggu pertama. Kami hanya duduk-duduk di bar, ngobrol kesana-kemari. Itu yang paling sering kami lakukan.
M: Ya, saya tidak perlu mengajarinya apa-apa. Jadi kami pada dasarnya bisa cocok. Dan kenyataannya kami menghabiskan waktu yang menyenangkan serta produksi materi album yang bagus. Cuma karena masalah pembajakan, tindakan men-download musik dari internet telah membuat segalanya menjadi semakin sulit. Karena kini bahkan Christina Aguilera hanya menjual (album) lebih sedikit dibanding sebelumnya, Michael Jackson dan banyak lagi. Itu juga terjadi dalam penjualan album rekaman kami. Itulah makanya kami banyak meminimalkan segalanya. Namun terlepas dari itu semua, kami selalu menghabiskan waktu yang menyenangkan.

Tapi secara teknis saat berada di panggung, apakah Sascha memainkan bagian solo persis seperti gitaris sebelumnya?
S: Nggak, tak pernah. Maksud saya, jika saya harus memainkan seperti gitris sebelumnya, berarti saya lebih baik bermain di band cover. Tapi Helloween bukan band cover dan tentunya saya juga punya gaya permainan tersendiri. Jadi yang saya lakukan adalah jika saya menyukai materi yang lama, maka langsung saya terapkan. Sebagai contoh, misalnya apa yang dilakukan Kai Hansen mungkin lebih dekat ke cara saya dibandingkan yang Roland (Grapow) lakukan. Tapi banyak materi lagu lama yang saya suka, terutama dari album “Keeper Of The Seven Keys Part 1” (1987) dan “Keeper Of The Seven Keys Part 2” (1988) yang kemudian saya serap. Tapi di beberapa materi lainnya, seperti lagu “If I Could Fly”, permainan gitar solonya tetap menyisakan basic aslinya, tapi saya selalu mencoba untuk memasukkan gaya saya sendiri.

Bisa kalian jelaskan mengenai perangkat sound yang kalian pakai di tour ini?
S: Percaya atau tidak, kami sekarang memakai pedal, sebuah TonaLab pedal yang kami hubungkan secara langsung ke mixer. Saya juga pakai beberapa pedal lain seperti Ibanez TS9 Tube Screamer, Noise gate, Boss Phase Shifter dan semacamnya. Sangat mendasar. Kami sama sekali tidak menggunakan amplifier lagi, kami langsung menggunakan (sistem) direct. Dan berjalan sangat bagus. Bahkan lebih bagus sound-nya dibanding waktu pakai ampli. Sebab kita (dulu) tak bisa mengontrol ampli gitar jika kami mendapatkan tenaga voltage yang tidak memadai di panggung.
M: Dulu kami harus membawa peralatan seberat kira-kira 20 kiloan atau lebih, untuk peralatan ampli selama berhari-hari. Di awal-awal kami mulai tour 20 tahun lalu, saya selalu bilang,’Carikan stabilizer...’ tapi tahu nggak, kamu tak akan pernah mendapatkannya. Tinggallah kami dengan ampli gitar, porsi voltase yang salah, yang berarti sound gitar bakal terdengar payah.
S: You know, beberapa tahun lalu, kamu mungkin tidak bisa memakai pedal karena distorsinya sangat jelek. Tapi sekarang kualitas pedal-pedal baru bagus dan simulasinya sangat dinamis. Dan buat mixer di FOH juga mendapatkan keuntungan karena tidak terlalu banyak menerima noise dari panggung lagi. Dan lucunya, kami mulai menggunakan pedal-pedal itu di tour baru-baru ini dan saat kami tampil di festival, beberapa gitaris lain mendatangi kami dan mengatakan,”Wah, kalian punya sound yang keren, dari mana asalnya? Saya tidak melihat ada ampli...” Akhirnya kami pikir, oke sekarang kita terapkan cara ini. Karena orang-orang selalu mengatakan bahwa sound kami saat ini jauh lebih baik. Selalu stabil sepanjang konser. Kebetulan Weikath juga orangnya sangat terbuka, bukan tipikal gitaris old school. Dia malah bilang, “Oh, saya juga mau memainkan yang sama...” Akhirnya kami mulai melatih memakai pedal-pedal itu bersama. Dan saya bilang, 95% sound kami jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Karena kami tak butuh mikrofon lagi, dan tak ada suara gangguan yang masuk ke mikrofon. Sangat bersih.

Saya lihat sekarang kamu (Sascha) memakai gitar Dean...
S: Ya, saya hanya memainkan Dean Guitar saat ini...
M: Saya memainkan Gibson sekarang, tapi kamu tidak akan menemukan iklannya. Tapi mereka (dari Gibson) memberikan apa yang saya inginkan, seperti Gold Top Custom, it’s a wonderful guitar! Juga ada Gibson Explorer yang berwarna hitam dan putih.

Interviewer: SA. Pralim Mudya
Video by: Hendro Wibowo
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.helloween-indonesia.org
 
Interview: Michael Weikath & Sascha Gerstner Dengan Majalah GitarPlus (22-02-2008)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
HELLOWEEN INDONESIA  :: BEYOND HELLOWEEN PORTAL :: Interview-
Navigasi: